Wednesday, June 25, 2008

Hukum Berziarah Kubur

Ziarah Kubur sudah menjadi suatu kebiasaan di masyarakat Indonesia. Apalagi di saat lebaran, banyak diantara masyarakat yang mengunjungi makam leluhurnya atau nenek moyangnya. Sebenarnya pada masa Rasulullah SAW ziarah kubursempat dilarang karena umat islam pada saat itu belum memiliki iman yang kuat dan ditakutkan akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan seperti syirik. Tetapi setelah beberapa lama hal itu dibolehkan oleh Rasulullah SAW.

Di jaman sekarang banyak orang – orang yang mendatangi makam – makam wali songo atau ulama – ulama lainnya yang dimaksudkan ingin meminta berkah atau do’anya ingin dikabulkan. Hal seperti ini termasuk ke dalam dosa besar yaitu syirik. Menurut Majlis Ulama Indonesia ( MUI ) ziarah kubur itu halal hukumnya jika tujuannya hanya mendo’akan orang yang telah meninggal dunia tersebut. Ziarah kubur yang tidak sesuai dengan tujuan yang sebenarnya, maka ziarah kubur tersebut termasuk haram hukumnya.

Hukum Memakan Kepiting

Sudah sejak lama hewan yang satu ini banyak digemari orang. Contohnya di restoran – rastoran seafood yang ada di kota – kota besar banyak yang menyajikan kepiting sebagai menu utama. Hewan ini banyak disukai orang karena mengandung banyak gizi, selain itu kepiting memiliki daging lebih banyak dibandingkan dengan rajungan ( salah satu jenis kepiting yang bentuk tubuhnya lebih gepeng dan melebar ).

Tetapi banyak juga sebagian kalangan masyarakat yang ragu akan kehalalan hewan tersebut, karena hewan ini bisa hidup di dua tempat. Tidak seperti rajungan yang kalau hewan ini di biarkan beberapa detik saja di darat maka hewan ini akan mati. Menurut Majlis Ulama Indonesia ( MUI ), kepiting termasuk hewan halal, karena hewan ini tidak bisa hidup di dua tempat. Seekor hewan dapat hidup di dua tempat jika hewan tersebut dapat mencari makan dan dapat berkembang biak di dua tempat tersebut. Akan tetapi kepiting tidak bisa berkembang biak di daratan, jika dia ingin mengeluarkan telur – telurnya ia akan masuk ke dalam air. Ini artinya kepiting tidak hidup di dua tempat dan MUI menyatakan kepiting halal untuk dikonsumsi.

Hukum Memakan Serangga

Selama ini serangga selalu identik dengan hal yang jorok, menjijikkan. Tapi ternyata serangga bias dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit tertentu. Bahkan di Jerman jenis serangga seperti kecoa, belakang sudah biasa di makan oleh beberapa kalangan di Jerman. Di Indonesia sendiri saja sudah ada pengobatan dengan menggunakan sengat lebah. Sudah ada beberapa penelitian bahwa ternyata serangga mengnadung lemak dan protein.

Tetapi bagaimanakah kehalalan serangga – serangga tersebut??? Menurut kesepakatan Majlis Ulama Indonesia ( MUI ) bahwa bangkai yang dihalalkan oleh Allah SWT ialah bangkai ikan dan bangkai belalang, nah berarti belalang dihalalkan oleh Allah SWT. Menurut MUI serangga yang halal selain belalang ialahserangga yang ada kemiripan dengan belalang, baik pernafasannya, makanannya, dll. Selain itu serangga yang diharamkan ialah yang menjijikkan, memabukkan, busuk, berbau tidak sedap, jika ada salah satu dari unsur tersebut maka belalang tersebut sudah termasuk haram.

Tuesday, June 17, 2008

Periksa Mata Begitu Didiagnosis Diabetes

Kualitas penglihatan biasanya menurun ketika seseorang memasuki usia lanjut. Paling tidak, ada dua penyakit mata yang harus diwaspadai. Yakni, katarak dan retinopati diabetikum. Jika tidak segera diobati, keduanya bisa mengakibatkan kebutaan.

Hal itu terungkap dalam seminar kesehatan bertema Mata Ceria pada Lansia di Surabaya Eye Clinic, Jalan Jemursari. Acara yang diadakan untuk memperingati Hari Lansia Nasional tersebut mendatangkan dua dokter spesialis mata, yakni dr Rozalina SpM dan dr Yulia Primitasari SpM.

Rozalina mengatakan, katarak terjadi ka-rena berkumpulnya kotoran pada lensa di depan saraf mata. Kotoran tersebut lantas memenuhi lensa mata dan membuat pandangan kabur. "Mengatasinya dengan operasi pembersihan kotoran tersebut dan mengganti lensa mata dengan lensa tanam," kata spesialis mata RSU dr Soetomo itu.

Berbeda dengan katarak, retinopati dia­betikum muncul karena penyakit diabetes. Yuli mengatakan, tingginya kadar gula da­lam darah membuat pembuluh darah di reti­na rusak. Akibatnya, suplai darah ke retina terhambat. "Istilahnya, retina tidak mendapatkan suplai makanan,".

Lambat laun, retina semakin pucat. Pembuluh darah yang tak bisa mencapai retina terangsang untuk membentuk pembuluh darah baru. "Masalahnya, dinding-dinding pembuluh darah baru ini tidak kuat. Ia akan mudah robek, pecah, dan timbullah pendarahan," terangnya. "Pendarahan itulah yang membuat mata mengalami kebutaan,".

Apa gejala retinopati diabetikum? "Gejala paling jelas sih, pandangan kabur,".

Namun, untuk menghindari kemungkinan buruk, sebaiknya tidak perlu menunggu pandangan kabur. Begitu seseorang mendenta diabetes, sangat mungkin dia juga mendenta penyakit tersebut. "Karena itu, begitu didiagnosis mendenta diabetes, langsung periksakan mata,".
Menurut Yuli, banyak orang yang tidak memiliki keluhan apa pun, meski pembu­luh darah sudah rusak. Baru ketika makula terserang, pandangan kabur.

Restless Leg Syndrome Didominasi Wanita

Ketika seseorang beristirahat atau tidur, umumnya seluruh anggota tubuh cenderung tidak bergerak. Kalaupun bergerak, mungkin hanya sesekali, tidak secara terus-menerus. Beda dengan pengidap Restless Leg Syndrome (RLS). Apa itu RLS?

Menurut dr Isti Suharjanti SpS, spesialis saraf RSU Dr.Soetomo Surabaya. RLS merupakan gangguan sensorik dan motorik. Seseorang yang terserang gangguan tersebut cenderung bergerak pada saat istirahat (gangguan motorik). "Namun, yang bergerak hanya tungkai bawah, tak seluruh tubuh,".

Dijelaskan, gangguan itu lebih banyak dialami oleh perempuan berusia 40 tahun atau lebih. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kaum muda mengalaminya.

Ada beberapa empat ciri RLS. Yakni, tungkai bawah cenderung ingin bergerak, gerakan terjadi saat duduk atau tidur, serta timbul gangguan pada sore atau malam. Sedangkan pada siang hari si pengidap tak merasakan keluhan apa pun. "Ketika penderita melakukan aktivitas, gangguan tersebut justru hilang,".

Ketika seseorang mengalami RLS, mereka akan merasakan beberapa sensasi (gangguan sensorik). Di antaranya, kesemutan, seperti ada air yang mengalir di kaki, mirip ditusuk-tusuk, ataupun rasa krenyes-krenyes.

Penyebab RLS, hingga saat ini belum diketahui dengan pasti. Banyak ahli menduga, ada dua penyebab. Yakni, primer dan sekunder. Yang tergolong penyebab primer adalah genetik. Penyebab sekunder bisa disebabkan kekurangan besi, kelainan fungsi ginjal, diabetes mellitus, kehamilan pada trimester terakhir, orang yang menjalani hemodialisis, ataupun pengidap Parkinson's disease. Kalau terkait kehamilan, umumnya keluhan mereda saat bayi lahir.

Umumnya, penderita RLS juga mengalami gangguan tidur. "Selain itu, mereka mengalami masalah psikologis. Misalnya, depresi, cemas, dan kondisi kesehatannya kurang prima," tutumya.

Mengingat RLS cukup mengganggu, ada baiknya itu segera ditangani. Bila tanpa obat bisa dengan olahraga seperti senam. Selain itu, penggunaan kompres air hangat atau dingin. Jika pengidap merasa dingin di tungkai bawah, kompres daerah tersebut dengan air panas. Namun, jika gangguannya terasa panas, sebaliknya, kompres air dingin. "Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan". Konsumsi minuman yang mengandung alkohol, kafein, serta-merokok hendaknya dihindari.

Sedangkan pengobatan dengan pemberian obat-obatan Par­kinson's disease. "Jika penderita juga mengalami kecemasan, bisa juga ditambah dengan obat anti-cemas,".

Kesehatan Pembuluh Darah, Kunci Kesehatan Jantung

Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner adalah adanya hiperlipidemia yaitu keadaan yang ditandai oleh tingginya jenis kolesterol total, tingginya jenis kolesterol LDL, serta rendahnya jenis kolesterol HDL dalam pembuluh darah. Kolesterol LDL lebih dikenal sebagai kolesterol jahat yang dapat menyebabkan terjadinya pengapuran pembuluh darah koroner.

Sebaliknya, kolesterol HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah terjadinya oksidasi LDL dan mengurangi pembekuan darah.

Sebab, gejala dan risiko Hiperlipidemia sebagai penyebab jantung koroner dapat disebabkan oleh penyebab primer yaitu faktor keturunan/genetik, juga karena faktor sekunder. Antara lain, pertambahan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, makanan tinggi lemak jenuh, kurang olahraga, konsumsi alkohol, merokok, diabetes yang tidak terkontrol dengan baik, gagal ginjal, hipotiroid juga obat-obat tertentu. Tidak ada gejala pada Hiperlipide­mia. Hanya kadang-kadang jika kadarnya sangat tinggi, endapan lemak akan membentuk timbunan lemak yang disebut xantoma di dalam otot dan kulit. Sedangkan trigliserid yang tinggi "bisa menyebabkan pembesaran hati, limpa, dan gejala-gejala pankreatitis.

Hiperlipidemia meningkatkan risiko terjadinya atherosklerosis yaitu penyempitan dan pengerasan pembuluh darah, penyakit jantung koroner, pankreatitis (peradangan pada organ pankreas), diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hati dan ginjal. Namun, risiko yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung koroner!

LEAD untuk Selesaikan Problem

Sekedar sakit kepala, tak jarang seseorang memilih bermalas-malasan di rumah daripada mencari pengobatan. Contoh lain, remaja yang kesulitan membayar SPP me­milih bunuh diri daripada mencari jalan keluar terbaik. Itu, tampaknya terkait dengan daya juang seseorang.

"Untuk menyelesaikan masalah atau ke­sulitan tertentu, diperlukan daya juang. Itu yang penting saat ini," ujar Setyaningsih SPsi MSi, dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Kesehatan Uriiversitas Muhammadiyah Surabaya.

Ada beberapa ciri orang yang mempunyai daya juang tinggi. Di antaranya, optimistis, mempunyai motivasi, mau berubah, berusaha menjadi lebih baik, mau belajar dari pengalaman, dan berani mengambil risiko. Juga, lebih bahagia karena mempunyai semangat serta sehat mental dan fisik. "Mereka juga produktif, meski badan terasa lemas, misalnya, mereka tetap menghasilkan sesuatu,".

Daya juang, bisa dibentuk dan dipelajari. Pembentukan berasal dari orang tua dan dipelajari dari lingkungan. "Sayangnya, lingkungan tertentu justru menurunkan daya juang seseorang,"

Setyaningsih menawarkan rumus pemacu daya juang. Yaitu, LEAD (listen, explore, analyze, dan do). Listen (mendengarkan) berarti seseorang sadar mendeteksi suatu masalah. Explore, menjajaki kemungkinan problem solving. Analyze atau menganalisis adalah menemukan fakta pada masalah, bukan sekadar berandai-andai. "Dan do, ambil tindakan tepat,".

Seseorang sering tidak melakukan keselu-ruhan rumus tersebut. Terbatas pada explore atau analisis saja. Akibatnya, masalah atau kesulitan yang dihadapi tidak mendapat solusi yang baik.

Agar Pendengaran Tak Cepat Terganggu

Ketika usia bertambah, pendengaran akan berkurang secara alamiah. Tetapi, tidak semua orang sama. Misalnya, ada yang berusia 50 tahun, tapi masih bisa mendengar dengan jelas. Ada pula orang yang berusia sama, namun pendengarannya sudah agak terganggu. Itu bisa terjadi akibat kebiasaan masing-masing.

Menumt dr Siswantoro SpTHT, berkurang-nya pendengaran disebabkan banyak faktor. Kalau dari usia, pendengaran berkurang karena fungsi organ telinga mulai menurun. "Misalnya gendang telinga mulai kaku," kata dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan tersebut.

Selain itu, ada faktor lingkungan. Pendengaran orang yang sering terpapar kebisingan mungkin lebih cepat berkurang. "Paparan kebisingan itu bermacam-macam. Mungkin dia bekerja di pabrik yang mesinnya mengeluarkan suara keras secara terus-menerus",jelas dokter RS Husada Utama itu.

Sumber kebisingan bukan hanya pabrik. Bisa juga suara lalu lintas yang padat atau suara musik yang keras. Apalagi jika mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone. "Sebab, suaranya lang-sung masuk ke telinga," tegasnya.

Meski hanya sebentar, jika berlangsung terus-menerus, hal itu akan berpengaruh juga.

Ada pula faktor tidak langsung. Yakni, konsumsi obat-obatan yang bisa mengganggu pendengaran. Biasanya obat jenis deuretika (peluruh kencing) seperti furosemid atau antibiotik seperti gentamisin dan lainnya. Jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam waktu lama, obat itu menimbulkan efek tersebut.

"Secara alamiah, hal itu akan terjadi juga. Tapi, setidaknya bisa ditunda," kata Siswantoro.

Caranya, tentu menghindari sering berada di tempat yang bising atau mendengarkan musik terlalu keras. Jangan lupa, hindari makanan yang mengandung kolesterol karena berpengaruh pada pembuluh darah.

Serat Tinggi, Buah Naga Ikat Lemak

Buah naga diyakini menyembuhkan berbagai penyakit. Karena khasiatnya, penggemar buah na­ga saat ini bertambah banyak.


"Nilai gizinya hampir sama dengan sayur dan buah lain," ujar Eko Dwi Martini DCN, ahli gizi RSU dr Soetomo Surabaya. Komposisi gizi per 100 gram daging buah naga mengandung protein 0,16-0,23 gram, serat 0,7-0,9 gram, betakaroten 0,005-0,012 mikrogram.-vitamin C 8-9 gram, dan vitamin B 10,28-0,30 mikrogram. "Selain itu, buah naga mengandung kalsium, fosfor, dan besi,".


Kandungan serat pada buah naga berperan menurunkan kadar kolesterol. Caranya, serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) di saluran cerna kemudian dikeluarkan bersama tinja. "Semakin tinggi konsumsi serat, semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan tubuh,"jelasnya.


Eko menganjurkan, diabetesi (pengidap kencing manis) mengonsumsi buah naga secara rutin mi­nimal 13 gram per hari. Itu sekaligus langkah menjaga kadar kolesterol darah.


Betakaroten juga sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan metabolisme lain. Betakaroten termasuk antioksidan. Efeknya, mencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru.


Ada dua jenis buah naga. Ada yang berdaging putih dan merah. "Orang percaya buah naga yang berdaging merah lebih ampuh dibanding yang putih. Anggapan itu tidak terbukti karena kandungan gizinya relatif sama,".

Saturday, June 14, 2008

Apakah Sistem Informasi???

Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan

Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.

Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.

Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)

Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna.